Showing posts with label Plot. Show all posts
Showing posts with label Plot. Show all posts

Wednesday, April 19, 2017

Tips Menulis Picture Books (bagian 3-habis)



Ini adalah artikel terakhir dari seri tips menulis picture books yang saya dapat dari acara loka karya SCBWI Indonesia.

Jika ingin membaca dua artikel sebelumnya, silakan baca Tips Menulis Picture Books (bagian 1) dan Tips Menulis Picture Books (bagian 2).

Kali ini kita akan membahas langkah-langkah  apa saja yang harus kita tempuh ketika ingin menulis picture books dan pertanyaan-pertanyaan penting seputar merevisi cerita.

Langkah-langkah ini tidak mesti berurutan. Kita bisa memulai dari mana saja. Namun, ketika ingin menulis picture books, kita akan melalui langkah-langkah ini.

Happy reading!

Permulaan ide: konsep/tema/topik

Temukan ide ceritamu. Ide cerita tentu saja bisa datang dari mana saja, toh? Tugas kita hanya memungutnya dengan cuma-cuma. Selain itu, buat konsep ceritamu. Temanya apa? Topik ceritanya apa?

Membuat struktur cerita: awal-tengah-akhir

Rencanakan dengan matang untuk memasukkan elemen-elemen ceritamu ke dalam struktur plot picture books kamu. Seperti apa awal-tengah-akhir ceritamu. Seperti yang sudah pernah saya bahas di artikel pertama, pikirkanlah awal dan akhir ceritamu, setelah itu bagian tengah ceritamu akan lebih mudah untuk ditemukan.

Menciptakan karakter yang memicu aksi dan membangkitkan emosi

Tidak ada karakter maka tidak akan ada cerita. Karakter adalah elemen yang akan membuat ceritamu hidup dan bernyawa. Apa yang membuat karakter itu menjadi ekemen penting untuk pengembangan ceritamu?

Menulis teks cerita

Saatnya menulis! Pilihlah gaya dan bahasa yang tepat untuk usia pembaca ceritamu. Tulislah dengan bahasa yang jernih dan jelas.

Merevisi cerita

Revisi, revisi, revisi! Tidak ada tulisan yang langsung jadi. True writing is rewriting. Menulis ulang adalah penulisan yang sesungguhnya. Baca kembali dengan saksama keseluruhan ceritamu dan jangan pernah ragu untuk merevisinya!

Draf final

Ini adalah akhir dari proses penulisanmu. Segalanya sudah beres di tahap ini. Sekarang adalah saatnya mengirim tulisanmu ke penerbit!

Sekian. Seperti itulah langkah-langkah penulisan picture books yang harus kita lalui.

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana kita tahu bahwa cerita kita butuh direvisi? Pertanyaan-pertanyaan apa saja yang dibutuhkan ketika ingin merevisi cerita?

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan seputar merevisi cerita.

1. Apakah karakter cerita kita sudah cukup bersahabat dengan anak?
2. Apakah plot yang kita susun sudah cukup menarik bagi para pembaca anak?
3. Apakah cerita kita sudah cukup jernih alurnya dari awal, tengah, dan akhir?
4. Apakah bahasa yang kita tulis sudah sesuai untuk para pembaca pemula?
5. Akankah anak-anak akan mendapatkan kesenangan saat membaca cerita kita?

Demikianlah. Sekarang, saatnya menulis picture books-mu sendiri!

(Terima kasih kepada SCBWI Indonesia, Komite Buku Nasional, Litara, Alfredo Santos, dan para peserta loka karya lainnya!)

Friday, April 14, 2017

Tips Menulis Picture Books (bagian 1)



Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya selama tiga hari mengikuti acara lokarkarya: The Art of Creating Narratives for Picture Books With Alfredo Santos yang diselenggarakan oleh SCBWI Indonesia dan Komite Buku Nasional.

Here we go!

Elemen Cerita Picture Books

Sebagaimana karya prosa pada umumnya, picture books pun memiliki elemen cerita, seperti karakter, plot, konflik, dan tema.

Karakter adalah tokoh dalam cerita yang bisa berupa manusia, hewan, peri, monster, robot, dan lain-lain.

Plot adalah rangkaian cerita sebab akibat yang memiliki struktur awal, tengah, dan akhir.

Konflik adalah sebuah masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh sang karakter.

Tema adalah sebuah pokok atau gagasan atau ide pikiran dari sebuah cerita yang dituliskan.

Karakter dalam Picture Books

Karakter haruslah memiliki objective atau tujuan (aku ingin …) dan motivasi (aku ingin … karena …).

Jika ingin menciptakan karakter cerita yang bagus, berikanlah karakter itu tujuan dan motivasi yang jelas dan konkret.

Misal, sang karakter adalah seekor ulat kecil yang ingin makan banyak karena perutnya sangat kelaparan. Ini adalah karakter yang terdapat dalam picture books The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle.

Karakter yang memiliki keinginan akan melahirkan sebuah aksi.

Karakter 3 Dimensi

Menurut Alfredo Santos, karakter yang baik biasanya memiliki tiga dimensi: fisik, eksternal, dan internal.

Dimensi fisik adalah segala hal yang berkaitan dengan fisik si karakter: tubuhnya, wajahnya, rambutnya, gaya berjalannya, dan lain sebagainya.

Dimensi eksternal adalah segala hal yang berada di luar diri si karakter: orangtuanya, keluarganya, teman-temannya, lingkungannya, dan lain sebagainya.

Dimensi internal adalah segala hal yang berada di dalam diri si karakter: sifatnya, harapannya, kelebihannya, kekurangannya, dan lain sebagainya.

Struktur Plot Picture Books

Picture books memiliki struktur plot yang bisa dibilang serupa dengan struktur plot dalam prosa pada umumnya, yaitu terdiri dari awal, tengah, dan akhir.

Ketika ingin menulis cerita picture books, Alfredo meminta kami untuk memikirkan awal dan akhir cerita. Awal ceritanya seperti apa. Akhir ceritanya seperti apa. Jika keduanya sudah ada dan terkonsep dengan baik, bagian tengah ceritanya akan lebih mudah ditulis.

Alfredo juga membagi struktur plot menjadi lebih rinci lagi, yaitu set up, rising action, climax, falling action, dan resolution.

Set up adalah awal cerita yang menggambarkan karakter lengkap dengan tujuan dan motivasinya sehingga pembaca bisa langsung memahami apa keinginan karakter tersebut.

Rising action adalah serangkaian tindakan atau peristiwa yang menggerakkan cerita hingga mencapai climax.

Climax adalah sebuah titik balik atau titik tertinggi dari sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh sang karakter.

Falling action adalah sebuah fase ketika karakter telah menyelesaikan masalahnya, klimaks telah terlewati, dan sedang meluncur menuju ke arah resolusi.

Resolution adalah akhir dari sebuah cerita. Apakah karakter berhasil meraih keinginannya atau gagal meraih keinginannya ada di sini.

Jika digambar, bentuk struktur plot di atas akan menyerupai sebuah gunung seperti yang terlihat di bawah ini:



Sampai di sini dulu catatan ini saya buat. Berikutnya saya akan membahas perangkat narasi, langkah-langkah menulis picture books, dan pertanyaan-pertanyaan seputar revisi cerita, yang saya dapatkan ketika mengikuti loka karya tersebut.

Semoga bermanfaat.

baca lanjutannya: Tips Menulis Picture Books (bagian 2)

Search This Blog

Arsip Blog

Powered by Blogger.

Saya adalah seorang editor buku anak di Noura Publishing. Saya telah membidani beberapa seri buku anak, seperti Seri Sepatu Dahlan (picture book), Spooky Stories (chapter book), Holidaylicious (chapter book), Duet Series (chapter book), Seri Anak Hebat (board book), dan Bacaan Anak Muslim (buku anak Islami).